Rabu, 24 Juli 2019

KODE ETIK TEKNISI TRANSFUSI DARAH

KODE ETIK
TEKNISI TRANSFUSI DARAH
KODE ETIK TEKNISI TRANSFUSI DARAH
BAB I
TANGGUNG JAWAB TEKNISI TRANSFUSI DARAH TERHADAP MASYARAKAT DAN KELUARGA PENDERITA
  1. Teknisi Transfusi Darah dalam melaksanakan pengabdiannya selalu bertitik tolak dan berpedoman kepada tanggung jawab dari adanya kebutuhan akan transfusi darah untuk membantu menyelamatkan jiwa seseorang yang memerlukan darah.
  2. Teknisi Transfusi Darah dalam melaksanakan tugasnya pada unit transfusi darah senantiasa memelihara nilai - nilai kemanusiaan.
  3. Teknisi Transfusi Darah dalam melaksanakan tugasnya senantiasa dilandasi dengan rasa tulus iklas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur teknisi transfusi Darah.
  4. Teknisi Transfusi Darah senantiasa menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan donor dan masyarakat yang dilayaninya dalam upaya mengambil prakarsa dan mengadakan upaya- upaya peningkatan donor darah sebagai bagian dari tugas kewajibannya bagi kepentingan masyarakat.
BAB II
TANGGUNG JAWAB TEKNISI TRANSFUSI DARAH TERHADAP TUGASNYA
  1. Teknisi Transfusi Darah senantiasa memelihara mutu pelayanan transfusi darah yang tinggi disertai kejujuran professional yang tinggi dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan transfusi darah sesuai dengan kebutuhan penderita, donor dan masyarakat.
  2. Teknisi Transfusi Darah wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan.
  3. Teknisi Transfusi Darah tidak akan mempergunakan pengetahuan dan ketrampilan
  4. Teknologi Transfusi Darah untuk tujuan yang bertentangan dengan norma kemanusiaan
  5. Teknisi Transfusi Darah dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, kepercayaan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik yang dianut serta kedudukan sosial.
  6. Teknisi Transfusi Darah senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan diri sendiri, donor darah dan penderita dalam melaksanakan tugas pelayanan transfusi darah serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalihtugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan transfusi darah.
BAB III
TANGGUNG JAWAB TEKNISI TRANSFUSI DARAH TERHADAP SESAMA TEKNISI TRANSFUSI DARAH, ANALIS, PERAWAT DAN PROFESI KESEHATAN LAINNYA.
  1. Teknisi Transfusi Darah senantiasa memelihara hubungan baik antara Teknisi Transfusi Darah, Analis, Perawat dan tenaga kesehatan lainnya baik dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan transfusi darah secara keseluruhan.
  2. Teknisi Transfusi Darah senantiasa menyebarluaskan pengetahuan, ketrmpilan dan pengalamannya kepada sesama tenaga kesehatan serta menerima pengetahuan dan penglaman dari profesi lain dalam ranfka meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang transfusi darah
BAB IV
TANGGUNG JAWAB TEKNISI TRANSFUSI DARAH TERHADAP PROFESI TRANSFUSI DARAH.
  1. Teknisi Transfusi Darah selalu berusaha meningkatkan kemampuan profesional secara sendiri-sendiri atau bersama – sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan transfusi darah.
  2. Teknisi Transfusi Darah selalu menjujung tinggi nama baik profesi transfusi darah dengan menunjukan perilaku/tingkah laku dan sifat-sifat pribadi yang tinggi.
  3. Teknisi Transfusi Darah berperan dalam menemukan pembukuan pendidikan dan pelayanan transfusi darah dan pendidikan transfusi darah itu sendiri.
  4. Teknisi Transfusi Darah secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi ITPDI sebagai sarana pengabdiannya.
BAB V
TANGGUNG JAWAB TEKNISI TRANSFUSI DARAH TERHADAP PALANG MERAH INDONESIA, PEMERINTAH, BANGSA DAN TANAH AIR .
  1. Teknisi Transfusi Darah senantiasa melaksanakan ketentuan- ketentuan sebagai kebijaksanaan yang digariskan oleh Palang merah Indonesia, pemerintah dalam bidang kesehatan transfusi darah.
  2. Teknisi Transfusi Darah senantiasa berperan secara aktip dalam menyumbangkan pikiran kepada Palang Merah Indonesia. Pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan transfusi darah kepada masyarakat.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 27 Mei 2012
Muhammad Cahyo


Sumbehttps://www.ptpdi-jateng.com/p/blog-page_20.html?m=1

Senin, 22 Juli 2019

Terbuai lamunan ombak




Tak seperti biasanya
Kali ini air mata pun tak berpihak padaku
Entah apa rasa hati ini
Entahlah
Kilas wajah yang hanya mampu menampilkan senyum simpul

Ternyata benar
Melelahkan menjadi dewasa

Senin, 04 Februari 2019

Kamu jahat



Kamu jahat, bahkan kamu tak memberi salam perpisahan saat detik-detik keberangkatan..

Sudah hilangkah aku dari ingatanmu?
Apa salahku sehingga aku diperlakukan seperti ini?
Atau apa hanya aku yang terlalu perasa?

Kaupun pergi bersama kebahagiaanmu
Tinggallah aku seorang diri merenungi nasib yang selalu tak berpihak padaku

Tak seperti biasanya, kau tak pernah pergi barang sedetikpun
Kau selalu ada disini

Tapi apa yang kudapat ditengah kerinduan yang mendalam
Kau pergi tanpa sepatah katapun

Hanya bulir-bulir air mata yang menemaniku dengan ribuan kecamuk didada

Aku hanya berharap cerita ini indah di penghujung derita


Kamis, 01 Juni 2017

Restu

Dia bukan hanya sekedar bawel.
Tapi sebagian besar hal kita berbeda
Beda pandangan
Karna masing masing melihat dari sudut pandang yang berlawanan
Keluarga nya tak lagi suka
Begitu juga keluarga ini yang menyayangkan sifat negatifnya,  Yang mudah marah,  Saat emosi gak berfikir dalam berkata. 
Jadi untuk apa berjuang?
Untuk membuktikan kepada mereka bahwa kita bisa menang?
Harusnya bukan seperti itu,  Bukan hanya kita yang gembira atas kemenangan ini,  Harusnya mereka ikut berperan dalam perjuangan ini.
Bukan untuk membenci,  Tapi mendukung.
Uh,,  Lagi lagi ini soal restu
Restu yang memudar,  Bahkan hilang.

Jumat, 31 Maret 2017

Terluka

Aku terluka. . .
Sayapku patah tertembak amarah
meskipun aku masih punya satu sayap
satu sayap yang kokoh
tapi maaf
aku tak bisa terbang menemanimu
aku terluka, terluka parah
peluru amarah itu bertubi2 menembakiku
mungkin aku bisa terbang
dengan sekuat tenagaku
tapi tak bisa terbang jauh
aku lemah dg satu sayap ini

Kamis, 16 Februari 2017

Amukan hati

Waktu begitu lambat berjalan tanpamu
Detik demi detik seakan malas untuk berganti.
Hati tetap berkecamuk.  Entah suara mana yg akan didengar.
Pergi atau tetap tinggal.
Kegilaan sesaatmu yg terakhir kalinya memang diluar batas,  Sempat merasa hina tak berharga dimata indahmu.
Tapi di akhir merasa tertampar dengan cerita lalu yg ternyata menggores dihatimu,  Goresan yg tak pernah kau tunjukkan. 
Hingga goresan2 kecil itu menyulut luka yg dalam untukmu,  Dan kau tumpahkan semua detik ini.
Sekarang?  Tak hanya hatimu yg terluka,  Hati ini pun.  Hingga tadinya ia berniat untuk pergi dan mengalah pada takdir.
Kau lagi lagi pandai memainkan rasa.
Seketika itu juga kau bisa mengubah niat menjadi kegelisahan.
Memang senyap diluar.  Tapi hati berkecamuk,,  Mengamuk dilautan rasa.
Lagi lagi dan lagi soal rasa.
Jujur saja aku tak sanggup menghadapi kegilaan sesaat mu itu.
Walau hati ini sayang.

Senin, 30 Januari 2017

Belajar

Belum banyak detik yang terhitung.  Tapi begitu banyak hal baru yang baru dialami. Sedih,  Senang,  Terharu,  Bahagia,  Sayang,  Kesal,  Jengkel,  Benci.Cukup semua. 
Setiap insan memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing,  Dan keberadaan kita menyeimbangi itu. Untuk saling melengkapi.  Itulah hidup

Kalau dia berniat memperbaiki diri untuk kita kedepannya,  Kenapa tidak kita berikan kesempatan itu?
Bukankah Alloh Maha Mengampuni
Mulai sekarang belajar menerima kelemahan. dan temani ia dalam usaha menjadi lebih baik lagi